Image and video hosting by TinyPic

Ini Akibatnya Bila Pakai Kondom Kedaluwarsa

img Kondom memang memiliki masa kedaluwarsa yang cukup lama. Namun sebelum dipergunakan sebaiknya selalu pastikan bahwa belum lewat tanggal kedaluwarsanya. Bila tidak, ada beberapa risiko yang akan Anda atau pasangan rasakan.

Kondom lateks dapat digunakan sampai 5 atau 6 tahun jika disimpan di tempat sejuk dan kering. Kondom menjadi rentan rusak ketika integritas struktural diabaikan. Menyimpannya dalam dompet, tempat yang panas atau lembab, serta lewat tanggal kedaluwarsa dapat mengganggu integritas struktural.

Setelah tanggal kedaluwarsanya berakhir, kondom lateks akan mulai mengering sehingga menjadi lebih rapuh. Karena lebih kering, fleksibilitas dan kekuatan kondom terus menjadi lebih buruk.

Semakin tua kondom, semakin besar kemungkinan untuk rusak. Bahkan spermisida yang digunakan dalam beberapa kondom menjadi kurang efektif setelah lewat tanggal kedaluwarsa. Hal ini karena zat yang membunuh sperma kehilangan pelumasan dan kehilangan efektivitasnya.

Kembar Tapi Beda Warna, Satu Hitam Satu Putih

img  Saudara kembar biasanya selalu tampak mirip, mulai dari bentuk wajah, warna kulit, rambut, warna mata dan tinggi badan. Namun dalam kondisi langka, saudara kembar bisa tampak berbeda karena memiliki warna kulit, rambut dan mata yang berbeda, seperti yang terjadi pada Kian dan Remee.

Kian dan Remee (7 tahun) merupakan saudara kembar yang dilahirkan dari rahim ibu yang sama. Tapi jika dilihat, dua gadis ini tampak sangat berbeda. Kian memiliki kulit yang hitam, rambut hitam dan mata cokelat besar, tampak seperti gadis keturunan Afrika. Sedangkan Remee berkulit putih, rambut pirang dan mata biru layaknya gadis bule.

Meski tampak berbeda, dua gadis ini benar-benar kembar yang lahir dengan jarak hanya satu menit. Kian dan Remee mewarisi 1 dari 1 juta kombinasi gen orangtua mereka. Sang ibu Kylee Hodgson berkulit putih sedangkan ayahnya Remi Horder berkulit hitam.

Walaupun berbeda warna kulit, rambut dan mata, saudara kembar ini memiliki senyum nakal yang sama dan memiliki ikatan batin yang sangat dekat.

Kini mendekati ulang tahunnya yang ketujuh, Kian dan Remee tidak pernah bertanya mengapa mereka tidak terlihat sama, juga tidak pernah mengalami prasangka rasial.

Terapi Autis dengan Berkuda Mulai Dikenalkan UGM


img Anak autis biasanya sulit kontak mata dan susah berinteraksi dengan orang lain. Tapi banyak anak autis yang justru bisa berinteraksi dengan hewan. Kuda merupakan salah satu hewan yang digunakan untuk terapi autis.

Kuda membantu memecahkan hambatan komunikasi pada anak autis. Anak autis terkadang sangat nyaman dengan hewan karena hewan tak pernah menghakiminya.

Selain kuda, terapi untuk anak autis yang banyak dikembangkan adalah terapi perilaku, terapi wicara, terapi bermain, terapi dengan lumba-lumba dan masih banyak lainnya.

Terapi menunggang Kuda ini memang belum banyak dilakukan di Indonesia. Namun, kini UGM telah membuka layanan terapi autis dengan berkuda.

Program yang telah berjalan mulai awal Maret 2012 ini dikembangkan oleh Gadjah Mada Equestrian Center (GMEC), suatu unit kegiatan yang dibentuk bersama-sama antara unit kegiatan mahasiswa (UKM) Berkuda UGM, Laboratorium Ternak Potong dan Kesayangan Fakultas Peternakan (Fapet) UGM, serta Direktorat Kemahasiswaan UGM.

Ketua GMEC, Ir. Edi Suryanto, M.Sc., Ph.D., menyebutkan terapi dengan berkuda ini merupakan salah satu program yang ditawarkan oleh GMEC. Hingga saat ini terdapat 6 murid yang mengikuti terapi autis dengan berkuda, lima diantaranya dari Sekolah Autis Fajar Nugraha, dan satu orang dari SLB Damayanti.

Edi menyampaikan anak-anak penderita autis disini diajak untuk berinteraksi dengan Kuda. Kegiatan ini diharapkan mampu membantu konsentrasi pada penderita. Selain itu juga membantu dalam bersosialisasi dengan anak-anak lainnya.
Foto saya
tolitoli, sulawesi tengah, Indonesia