Image and video hosting by TinyPic

Daftar 15 Perusahaan 'Kaya' Tanpa Utang


Krisis finansial telah memberikan implikasi serius pada sejumlah perusahaan, dengan beban utang yang terus meningkat. Namun ternyata sebagian dari perusahaan-perusahaan tetap bisa beroperasi penuh dengan tingkat utang yang rendah dan sebagian memilih tidak mau menerbitkan surat utang sama sekali.

Bahkan perusahaan-perusahaan ini tetap memegang tunai, memiliki aset yang sangat likuid untuk akuisisi atau mendanai investasi lain di masa depan. Berdasarkan data yang dikutip dari CNBC, hanya 22 perusahaan di daftar S&P 500 yang tercatat tidak memiliki utang pada neraca pembayarannya.

Berikut daftar 15 perusahaan yang tidak memiliki utang dengan tingkat pengembalian di level 15%, atau melebihi gain S&P 500 yang hanya 2% pada tahun lalu:

1. Apple (AAPL)





  • Utang: 0
  • Tunai dan Investasi Jangka Pendek: US$ 30,2 miliar
  • Total aset: US$ 116,37 miliar
  • Persentase tunai dibanding aset: 22,3%.
  • Kinerja saham 1 tahun: Naik 24,6%.
  • Catatan: Apple juga memiliki tambahan dana investasi jangka panjang : US$ 67,5 miliar.

Milyuner Ini Dilarang Bangkrut oleh Pengadilan


Belfast - Mantan salah satu orang terkaya di dunia, Sean Quinn mendaftarkan kebangkrutan pada tahun lalu akibat hilangnya investasi setelah bank yang dibelinya kolaps. Namun pengadilan menolak upaya Quinn membangkrutkan diri.

Sean Quin, milyuner asal Irlandia yang ditaksir memiliki harta US$ 6,5 miliar atau setara dengan Rp 58,5 triliun mendaftarkan kebangkrutan pada November setelah bank Anglo-Irish yang dibelinya kolaps. Upaya tersebut mendapat tantangan dari kreditornya di Bank Anglo-Irish.

Kreditor Anglo-Irish Bank menantang klaim Sean Quinn bahwa ia berbasis di Irlandia Utara, yang merupakan bagian dari Inggris, sehingga ia bisa mendaftarkan kebangkrutan disana. Kreditor menantang karena menilai Quinn sebenarnya tinggal di wilayah Cavan, di sisi Irlandia di perbatasan dengan Inggris, dan menyebut kepentingan bisnis Quinn yang lebih luas dan kewajibannya ada di dalam negara tersebut

Hal itu sangat berpengaruh, karena jika kebangkrutan di Irlandia Utara diterima, Quinn hanya butuh waktu setahun untuk bisa memulai bisnisnya lagi. Namun jika hal itu diputuskan di Republik Irlandia, maka Quinn harus menunggu hingga 12 tahun.

Dan klaim dari kreditor bank tersebut diterima, hakim wilayah Utara Irlandia menolak proposal kebangkrutan milyuner tersebut. Hakim Donal Deeny sepakat dengan kreditor dan menolak aplikasi kebangkrutan Quinn.

Atas keputusan tersebut, Quinn membantah telah menyesatkan setiap orang. Ia mengatakan, gugatan yang dilakukan Anglo Iris yang kini sudah berganti nama menjadi Irish Bank Resolution Corporation setelah dinasionalisasi itu, hanyalah sebuah gurauan

10 Kisah Orang-orang yang Sukses Besar Setelah Resign

Pernahkah Anda berharap ingin berhenti dari pekerjaan sekarang dan mewujudkan mimpi Anda? Bisa saja nasib baik berpihak Anda, seperti orang-orang ini. Mereka bisa mendulang sukses setelah meninggalkan pekerjaan yang memberikan mereka gaji tetap.

Kesuksesan setelah berhenti dari pekerjaan kantoran Anda memang bukan jaminan. Namun untuk beberapa orang bisa beruntung setelah mengatakan 'Saya berhenti". Dengan kerja keras dan kebulatan tekad, mereka kini bisa berbalik mendulang sukses.

Berikut kisah sukses orang-orang setelah berhenti dari pekerjaannya. Orang-orang ini bisa mendulang jutaan dolar dan menciptakan kekayaannya sendiri. Berikut 10 orang-orang beruntung itu, seperti dikutip dari CNBC, Rabu (26/1/2012).

1. Shep dan Ian Murray, Vineyard Vines



Dua bersaudara, Shep dan Ian Murray ini merasa frustasi dengan pekerjaan mereka di belakang meja pada sebuah perusahaan di Manhattan. Shep Murray sebelumnya adalah seorang Account Executive di sebuah perusahaan periklanan, sementara Ian Murray bekerja di sebuah perusahaan public relation kecil. Pada tahun 1998, Shep Murray mengundurkan diri, disusul saudaranya 10 menit kemudian.

Mereka selanjutnya mengambil tunai dari kartu kredit untuk mulai mendirikan Vineyard Vines, sebuah dasi yang berbasis di Martha's Vineyard. Ide mereka mengambil uang tunai dari kartu kredit sempat dicemooh dan dinilai bodoh.

Pada awalnya, mereka menjual dasi-dasi itu di tas ransel, di pantai, di kapal dan di bar. Mereka menjual habis 800 dasi dalam pekan pertama. Mereka dengan cepat memasannya lagi, membayar utang dan pindah ke kantor pertamanya. Satu dekade kemudian, bisnis mereka kini meliputi seluruh clothing line.



Saat ini ada 18 toko ritel Vineyard Vine di seluruh negara, dan jaringannya dapat ditemukan di hampir 500 toko. Vineyard Vine diperkirakan mampu mencetak penjualan hingga US$ 100 juta pada tahun 2011.




2. Rick Wetzel dan Bill Phelps, Wetzel's Pretzels



Rick Wetzel dan Bill Phelps dulunya sama-sama bekerja di Nestle ketika konsep Wetzel's Pretzels terlahir. Keduanya sedang dalam perjalanan bisnis ketika Wetzel mengatakan kepada Phelps tentang ide istrinya untuk membuat pretzel yang besar dan lembut dan dijual di mal. Malam itu, mereka duduk di bar dan menggambarkan rencana bisnisnya pada sebuah kain serbet.
Foto saya
tolitoli, sulawesi tengah, Indonesia