Image and video hosting by TinyPic

Terlambat 10 menit, Serangan Jantung Bisa Fatal

img
Penyakit jantung koroner adalah salah satu penyakit mematikan yang disebabkan penyempitan pembuluh darah. Pada penyakit ini, 20-30 persen pembuluh darah tersumbat total. 10 menit saja terlambat mendapat penanganan bisa menyebabkan kematian.

Salah satu gejala khas jantung koroner adalah adanya angina, yaitu rasa sakit di dada waktu beraktifitas, namun hilang ketika tubuh merasa santai.

Inilah sebabnya terkadang orang tidak menyadari jika sedang mengidap penyumbatan pembuluh darah.

"Angina yang paling perlu diwasapadai apabila angina berlangsung lebih dari 30 menit. Apalagi jika angina yang dialami mulai tak stabil. Sebab, itu adalah pertanda serangan jantung sudah dekat," kata Dr Muhammad Munawar MD, PhD, FACC, FSCAI, pakar penyakit jantung dari RS Jantung Bina Waluya, dalam acara press briefing 'Pengenalan Teknik Intervensi Non-Bedah (PCI-Percutaneous Coronary Intervention) pada Kondisi Chronic Total Occlusion (CTO) di RS Jantung Bina Waluya, Jakarta.

Sebanyak 30% pasien serangan jantung meninggal dunia karena irama jantung yang sangat cepat. Kebanyakan kasus adalah karena pasien terlambat ditangani. Padahal, 10 menit saja terlambat mendapat penanganan bisa menyebabkan kematian.

Sayuran yang Bikin Kulit dan Rambut Kinclong

img
Bila Anda memiliki tubuh yang sehat dari dalam, makan hasilnya akan tampak dari luar. Oleh karena itu, bila ingin mendapatkan kulit dan rambut sehat dan cantik, konsumsilah makanan sehat seperti sayur-sayuran segar.

Beberapa sayuran bisa membuat rambut dan kulitnya Anda kinclong, karena banyak mengandung vitamin, mineral dan antioksidan yang akan memberikan kesehatan optimal sepanjang hidup.

Berikut beberapa sayuran yang memberi manfaat lebih pada kesehatan kulit dan rambut, seperti dilansir Livestrong.

1. Sayuran berwarna oranye dan kuning

Sayuran berwarna oranye mengandung beta-karoten yang merupakan pigmentasi dan antioksidan (karotenoid) yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, yang pada gilirannya dapat membantu meningkatkan pertumbuhan rambut dan kulit yang sehat. Sayuran berwarna kuning juga mengandung karotenoid dan memiliki banyak manfaat seperti halnya sayuran berwarna oranye.

Selain itu, sayuran berwarna mencolok ini juga banyak mengandung vitamin A, vitamin C, serat, flavonoid dan zat gizi lain seperti kalsium dan kalium dalam jumlah bervariasi.

Beberapa sayuran berwarna oranye dan kuning adalah wortel, labu, paprika kuning, ubi kuning dan ubi manis, labu, jagung manis, tomat kuning dan tomat jeruk.

Bertahun-tahun, Baru 6 Obat Herbal yang Sudah Teruji Klinis

img
Indonesia dikenal kaya akan keragaman hayati, sehingga sangat potensial untuk mengembangkan obat tradisional. Namun karena kurang banyak penelitian, dalam beberapa tahun terakhir baru ada 6 jenis herbal yang sudah teruji secara klinis.

Artinya selama bertahun-tahun, hanya ada 6 jenis herbal inilah yang sudah diujikan manfaat dan keamanannya pada manusia. Herbal yang sudah teruji secara klinis akan naik 'derajatnya' menjadi fitofarmaka, yang bisa disetarakan pemanfaatannya dengan obat kimia moderen.

Selain 6 herbal yang sudah menjadi fitofarmaka, ada juga 38 herbal yang statusnya sudah bukan sekedar jamu biasa. Herbal-herbal itu sudah menjadi Obat Herbal Terstandar (OHT), yang berarti khasiat dan keamanannya sudah diujikan secara preklinis atau pada binatang.

Mengingat perkembangan riset herbal begitu lambat, Kementerian Kesehatan kini gencar melakukan saintifikasi jamu. Tujuannya tidak lain untuk memberikan bukti ilmiah yang memadai soal khasiat dan keamanan herbal asli Indonesia, supaya bisa dipakai oleh dokter-dokter di layanan kesehatan.

"Kalau ada jamu yang rasanya sudah bisa jadi herbal terstandar, ya jangan jadi jamu terus dong," kata dr Abidinsyah Siregar, DHSM, M.Kes, Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer di Gedung Kementerian Kesehatan.

Saat ini, Kemenkes tengah mengembangkan 4 formula dari bahan herbal untuk diujikan di 60 Puskesmas yakni formula antihipertensi, antidiabetes, antiglikemia dan antikolesterolemia. Jika keberhasilannya melewati 65 persen, maka formula tersebut sudah bisa digunakan oleh dokter.

Ambisi ini sama sekali tidak berlebihan, sebab Indonesia dikenal sangat kaya akan keragaman hayati. Diperkirakan dari seluruh tumbuhan berkhasiat obat yang tumbuh di wilayah Asia, 90 persen atau 7 ribu spesies di antaranya bisa ditemukan di berbagai wilayah Indonesia.

Apalagi selama ini, sudah banyak obat-obat moderen yang awalnya diciptakan dari herbal asli Indonesia. Sebut saja obat kanker vincristine dan vinblastin yang dipakai di seluruh dunia, awalnya diciptakan dari ekstrak tapak dara yang juga tumbuh di Indonesia.

Kepercayaan masyarakat terhadap obat tradisional juga memberikan dukungan tersendiri. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010 menunjukkan, 55,3 persen penduduk Indonesia menggunakan obat tradisional untuk memelihara kesehatan dan 95,6 persen di antaranya mengakui manfaatnya.
Foto saya
tolitoli, sulawesi tengah, Indonesia